“Mencari Jejak Caraka” Karya I’ir Hikma, Sebuah Kisah yang Memotret Luka dan Proses Pendewasaan Diri Remaja

Foto kover

Judul: Mencari Jejak Caraka

Penulis: I’ir Hikma

Penerbit: Indiva Media Kreasi

Tebal halaman: 216 halaman

Harga: Rp60.000

ISBN : 978-623-253-015-7

Caraka menghilang dan teman-teman sekelasnya yang bahkan tak pernah berbicara dengan Raka tiba-tiba diminta untuk mencari dan membuatnya mau masuk sekolah lagi. Apakah mereka mau? Bagaimana mencari Raka yang selama tiga tahun sekelas selalu menjauhi teman-temannya dan bersikap dingin pada mereka? Inilah kisah tentang rasa sedih, terluka, perjalanan, keluarga, dan persahabatan. Sebuah paket lengkap untuk sebuah novel yang ditujukan bagi pembaca generasi Z atau Gen Z.

Gambar sampul resensi #ErfaBaca

Ini juga yang menjadi salah satu keistimewaan dari Penerbit Indiva Media Kreasi, yakni novel kategori Gen Z. Ada banyak novel remaja yang diberi label teenlit dan dari banyaknya novel berlabel teenlit yang beredar, dapat disimpulkan bahwa kategori tersebut lebih cenderung ditujukan bagi pembaca remaja perempuan dengan tokoh utama perempuan. Kategori Gen Z ini terasa lebih umum, baik pembaca remaja perempuan maupun lelaki dapat menikmati kisahnya, terutama novel “Mencari Jejak Caraka” ini. Novel ini memiliki unsur misteri serta petualangan alam yang membuatnya tak terasa feminin. Namun, kisah persahabatan serta keluarga di dalamnya tetap dapat dinikmati pembaca remaja perempuan. Lengkap, bukan?

Aku pribadi bukan pembaca yang mudah tersentuh saat membaca adegan sedih di dalam novel. Namun, entah bagaimana aku dua kali menangis saat membaca novel ini. Awalnya, aku cukup kesulitan mengikuti jalannya cerita. Bukan tanpa alasan, cerita ini memiliki banyak hal yang cukup menantang dari segi tulisan. Mari kita uraikan satu per satu hal yang menantang dari novel yang istimewa ini.

Pertama, novel ini memiliki banyak sekali latar. Tokoh Raka dalam novel ini melakukan banyak perjalanan yang ia catat dalam sebuah jurnal. Perjalanan tersebut dilakukannya bukan tanpa alasan, tetapi untuk mencari penyembuhan. Kita–pembaca–akan diajak menikmati pendakian tengah malam, belanja di atas perahu pada kawasan pasar terapung, hingga ke kampung adat di pelosok Nusantara. 

Di Loksado sendiri banyak yang bisa kami eksplor. Mulai dari Danau Bangkau, Bukit Kantawan, Rumah Panjang Suku Dayak, dan Air Terjun Haratai. Siangnya, kami bertemu dengan anak-anak Suku Dayak Meratus yang tengah berburu. Aku dan Dudun tertarik untuk ikut. Ya, untuk seukuran anak-anak yang berburu, pastilah menggunakan ketapel atau panah atau senjata yang sederhana. Tapi, ternyata anak-anak ini sudah menggunakan pistol angin.

“Mencari Jejak Caraka” halaman 109

Selain perjalanan pribadi Raka yang kita ikuti melalui tulisan-tulisan pada jurnalnya. Ada pula perjalanan studi kampus yang dilakukan sekolah Raka bersama teman-teman sekolahnya. Inilah tantangan kedua yang hadir pada novel “Mencari Jejak Caraka” ini, yakni alur campuran yang digunakan. Selain menggabungkan alur maju dan kilas balik, cerita juga berjalan dalam dua plot. Plot utama berjalan dengan pemfokusan pada tokoh Hana, ketua kelas Raka di sekolah yang diberi mandat untuk mencari Raka oleh wali kelas mereka hingga membentuk Tim PeKa (Pencari Raka). Plot sampingan mengisahkan kilas balik perjalanan Raka yang mereka–dan kita pembaca–nikmati melalui catatan pribadi Raka.

Catatan pribadi Raka ini ditemukan dalam proses pencarian Raka. Tim PeKa menemukan jurnal perjalanan Raka yang isinya membawa pada tantangan ketiga pada novel ini yakni pergantian sudut pandang. Saat membaca jurnal perjalanan Raka, novel ini dituturkan melalui sudut pandang orang pertama, yakni Raka, yang ingin berkisah pada seseorang yang begitu berarti tentang setiap perjalanannya. Sementara itu, kisah pencarian Raka bergulir menggunakan sudut pandang orang ketiga. 

Itulah tiga aspek yang membuat novel ini agak membingungkan di awal-awal membaca. Butuh pembiasaan untuk mengenali perpindahan latar, alur, serta sudut pandang yang disuguhkan pada novel. Untungnya, Penerbit Indiva Media Kreasi memberi kemudahan melalui bentuk tata letak novel. Setiap kali kisah akan dituturkan dalam sudut pandang Raka dan alur kilas balik dimulai, maka pembaca akan disuguhkan tampilan berbentuk seperti buku jurnal lengkap dengan tempat dan tanggal. 

Tata letak dan desain novel

Seperti telah dikatakan di awal, novel “Mencari Jejak Caraka” berhasil membuat saya yang biasanya mati rasa ini menangis bahkan sampai dua kali. Hal ini merupakan akumulasi dari pertanyaan-pertanyaan tentang sosok Raka sepanjang membaca cerita. Jurnal perjalanan Raka akan dibuka sedikit demi sedikit. Misteri tentang sosok Raka pun akan dituturkan dari sudut pandang teman-teman sekelasnya–yang tak begitu mengenalnya–sepotong demi sepotong. Ketika akhirnya seluruh misteri tersebut terungkap, rasanya begitu sesak dan menyakitkan mengetahui kebenaran tentang Caraka. Hikma, sang penulis, menurut saya mampu mengatur ritme cerita untuk tetap menjaga misteri tentang Raka hingga menjelang akhir. Sehingga seluruh emosi dan rasa penasaran yang telah terkumpul berhasil terakumulasi dan membuat saya meneteskan air mata.

Dari isi cerita, ada banyak hikmah yang bisa dipetik oleh pembaca terutama pembaca remaja. Hidup memang tak selalu mudah bagi remaja, apalagi dengan kondisi seperti Raka. Namun, melalui cerita ini kita diingatkan, sebesar apapun masalah kita, kita selalu punya Tuhan sebagai tempat kita kembali pulang.

Dan asal kamu tahu. Kamu nggak pernah sendirian. Kamu selalu sama Allah, Ka.

“Mencari Jejak Caraka” halaman 212

Selain itu, pembaca juga akan disuguhkan kisah persahabatan. Bukan, bukan persahabatan yang kompak dan saling menguatkan. Justru novel ini secara realistis menggambarkan hubungan persahabatan yang berproses untuk menjadi satu keluarga. Tak dapat dimungkiri bahwa dalam realita persahabatan di dunia remaja selalu ada kelompok-kelompok eksklusif yang menganggap kelompoknya lebih superior dibandingkan yang lain. Tak mudah untuk memiliki persahabatan yang kompak dan bisa saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Proses tersebut dapat kita nikmati dalam jatuh bangun Tim PeKa mencari Raka. Dibawah komando Hana sebagai ketua kelas, kita akan menyaksikan perkembangan karakter masing-masing tokoh hingga menjadi kelas yang kompak.

Kita semua ini keluarga. Kenapa kita harus saling menyakiti? Keluarga nggak akan pernah membiarkan anggota mereka dalam masalah. Sebuah keluarga akan selalu membantumu menyelesaikan masalah. Berjuang bersama-sama. Buka melewatinya sendirian seperti ini.

“Mencari Jejak Caraka” halaman 210

Elemen terakhir dan tentu saja merupakan menu utama yang disuguhkan pada pembaca dalam novel ini merupakan kisah perjalanan Raka. Perjalanan yang sayangnya tak menyembuhkan karena Raka terus berkubang dalam kesedihan. Dalam kisah perjalanan inilah saya menemukan kutipan favorit saya di novel ini, sebuah kutipan tentang hakikat perjalanan dan pendewasaan diri yang ditulis oleh I’ir Hikma.

Kutipan favorit

Jadi, jika kamu bosan dengan novel remaja yang tokoh utamanya perempuan atau berkisah tentang konflik cinta-cintaan, maka novel “Mencari Jejak Caraka” karya I’ir Hikma patut kamu coba. Novel ini memberikan warna baru dalam kisah remaja atau generasi Z sesuai dengan namanya. Pesan novel ini melalui nomor resmi Penerbit Indiva Media Kreasi yaitu 0819-0471-5588. Penerbit Indiva juga memiliki akun resmi di berbagai marketplace ternama dan pengirimannya sangat cepat. Aku pribadi hanya butuh waktu satu hari pengiriman dari Penerbit Indiva menuju Bekasi, padahal aku memilih pengiriman reguler. Tunggu apa lagi? Segera dapatkan novel ini dan siap-siap melakukan perjalanan bersama Caraka.

Oleh Erfa22

Seorang mama yang hobi belajar dan cinta baca. Pembelajar sepanjang hayat, pendidik paruh waktu, dan penulis lepas yang sesekali mengulas buku juga.

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s